Setiap orang memiliki air matanya sendiri-sendiri. Kata-kata tersebut terasa menusuk hati, ketika seorang teman mengatakannya. Bahkan dia tidak berusaha menyinggung siapa-siapa, tapi entah mengapa saya merasa tatapan matanya saat mengatakan itu tertuju pada saya, bukan yang lain. Padahal saya tak pernah menangis di depannya, tapi entahlah, saya mungkin yang terlalu perasa. Dari kata-kata itu saya mengerti, setiap orang memiliki masalah, yang sangat berat bagi mereka meskipun kita mungkin melihatnya sebagai suatu masalah yang sepele. Dan membuat empati saya terhadap teman-teman yang lain semakin tinggi, karena saya menyadari bukan hanya saya yang sedang menangis. Orang-orang di sekeliling saya pun banyak yang sedang menangis, tanpa saya sadari. Gelas yang pecah memang tak mungkin utuh kembali, bahkan tak mungkin digunakan kembali. membersihkan pecahannya pun banyak resikonya, kena jari dan berdarah-darah. Serumit itu hanya karena sebuah gelas. Tapi yang seharusnya dilakuk...
Search This Blog
suka-suka
Ceritaku, sambil ngopi
Posts
Featured
Latest Posts
Mbok Rondo Mori, a story from Bojonegoro
- Get link
- X
- Other Apps







