Affairsyndrome
How would you deal with affair? Scandal? Betrayal? Perselingkuhan?
Marah-marah? Depresi? Sakit hati?Dunia hancur berkeping-keping?
Pastinya!
I would do so.
But relax. Take a deep breath. Think. Diamlah sejenak dan
jangan melakukan apapun. Pasti air mata mengalir tanpa kendali. Tak mengapa. Teruskan,
kuras hingga habis. Kemudian sujudlah. Dan pasti air mata laknat itu kembali
mengalir tanpa kendali. Tak mengapa. Puaskanlah. Hati pasti terasa sakit
sekali. Tercabik-cabik. Nyeri. Yang bisa dilakukan dan ingin dilakukan adalah
menyakiti diri sendiri, agar rasa sakit di hati itu bisa sedikit saja
dikurangi. Karena pedih perih itu membuat air mata terus gerimis. Tak mengapa. Itu
manusiawi. Seandainya bisa, mungkin berteriak, menjerit, memukul bisa jadi alternative
jiwa. Bisa, berteriaklah pada bantal. Pukullah bantal. Itu bisa membuat diri
sedikit lega. Lalu apa? Bagaimana?
Sedikit tips dari saya, boleh di coba:
- Tenangkan diri. Tetaplah berbaik-baik pada pasangan. Ah, pasti nanti emosi juga jadinya. Iya,pasti. Sebisa mungkin, control emosi. Tanyakan pada pasangan, 5W+1H (what,why,who,when,where,how). Inshaallah pasangan akan terbuka dan bercerita. Watch out,saat pasangan bercerita dengan mata penuh binar-binar cinta, siapkan hati. Matikan rasa. Jangan kalah sama emosi. Pasti ingin tahu semua jawabannya kan, apalagi jika kita merasa kita tak pernah melakukan apapun yg membuatnya kecewa. Saat pasangan bercerita, bisa dipastikan, goresan-goresan luka di hati itu semakin banyak, berdarah-darah. Kuatkan diri, jangan mau kalah dengan emosi.
- Setelah tau ceritanya, pasti kita penasaran seperti apa sih ‘dia’ yang telah sanggup membuat pasangan. Bisa jadi pasangan akan menyembunyikan ‘sang dewi’ dulu. Dan terus membuat opini bahwa si ‘dia’ ini hadir setelah kita bermasalah, bukannya hadir di tengah-tengah masalah kita. Percayalah, it’s a bull-shit. Our partner just wants to make us believe that he/she is in a right position. Lebih tepatnya, dia berusaha menghibur diri agar tidak merasa bersalah. Ah ya,pada beberapa kasus,pasangan bisa jadi langsung memberikan informasi detil tentang si ‘dia’, terutama jika physically ‘dia’ is better than us. Atau mungkin malah kita bisa melacaknya sendiri dengan mudah. Tapi jangan buru-buru menghubungi si ‘dia’ apalagi buru-buru melabraknya. Wasting time. Mereka itu sedang dimabuk cinta. Adrenalin mereka sedang berpacu penuh gairah menyambut tantangan. So, calm ourselves. Be nice to your partner, it’s hard I believe but try. Tunggu sampai mereka siap untuk kita konfrontasi meskipun mereka tidak menunggu kita siap-siap dulu sebelum berselingkuh. Sabar, berserahlah pada Tuhan.
- Jangan mengadu pada orang tua atau mertua apalagi pada orang yang tidak kita kenal. Itu akan merunyamkan masalah. Masalah ini tentulah sangat berat. What we can do is ask our best friend that is really trustworthy to listen to our story. Just listen. We will be able to release a bit of our pain. Tumpahkan semua perasaan kita pada dia, rasa marah, rasa sedih, sakit hati. Seorang teman yang sangat baik pasti mau mendengarkan kita. (thanks, sis. Jangan pernah lupa bilang terimakasih). Pastinya setelah ini kita akan merasa jauh lebih baik.
- Beberapa hari ke depan kita akan merasa bahwa dunia sangatalah berat untuk dihadapi. Tapi tetap, hadapi saja. Mengadulah, pada Tuhan. Bersujudlah yang lama. Ingatlah Dia. Mungkin masalah kita inipun terjadi karena Dia ingin kita mengingatNya. Mungkin Dia merindukan kita. Teruslah berdoa, jangan berhenti. Hanya ketulusan hati yang bisa meruntuhkan kesombongan duniawi. Percayai itu. Percayailah Dia yang telah meniupkan nafas kehidupan pada kita.
- Oh ya, ini penting sekali. Jangan pernah berubah dalam menghadapi pasangan kita. Tetaplah menjadi pasangan salihahnya. Tetap siapkanlah makanan kesukaannya, melayani dia, like other days. Just consider that everything is the same. Kenapa? Agar pasangan kita tidak merasa bahwa yang dilakukannya adalah hal yang benar. Tunjukkan bahwa kita punya hati yang besar yang tidak dipunya ‘dia’ yang sekarang begitu istimewa. Lagi-lagi matikan rasa. Pasti sakitnya bukan main. Sejujurnya, pasti kita tidak ingin melihat mukanya lagi. Tapi ingatlah dulu, waktu sama-sama berjuang. Kobarkanlah lagi semangat berjuang itu. Inshaallah hati lebih kuat menghadapi masalah ini.
- Pada waktunya, kita akan dipertemukan dengan ‘dia’. Tempatkanlah diri kita di tempat yang elegan. Jangan tunjukkan sedikitpun kerapuhan. Don’t beg to her/him. Just relax. Kenalan. Make friend dengan ‘dia’. Ajak becanda-becanda, foto-foto bareng, selfie. Gila? Iya, memang gila, tapi sungguh ini bisa memuaskan batin kita. Jangan pernah menganggap diri kita lebih rendah dari ‘dia’. Sebaliknya, tunjukkan bahwa kita berkelas, jauh lebih berkelas dari ‘dia’. Lagi-lagi, matikanlah rasa, semarah apapun kita pada mereka.
- Ajak si ‘dia’ ikutan bisnis kita. What? Yaaa, setidaknya ‘dia’ kan jadi punya kesibukan untuk diri sendiri dan tidak sibuk menggoda pasangan kita.
- Terakhir, percayalah, masa depan kita masih panjang dan cerah. Tetap optimis dan tangguh. Semua sudah kita lakukan. Sekarang saatnya berpasrah, menyerahkan semua pada Tuhan. Tanpa berhenti berusaha dan terus berdoa. Langit akan mendengar, bumi akan mendukung. Inshaallah.



Comments
Post a Comment