Love is...


Cinta itu bukannya melemahkan, cinta itu membangkitkan.

Masih baper gegara nonton film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”. Sampai-sampai pak suami pun wa, kenapa ma, status fbnya kok gitu? Hahaha, trauma dia. Tapi memang benar sih ya, cinta yang beneran itu gak bakalan melemahkan salah satu pihak. Murid-murid saya sering bilang, alasan mereka pacaran adalah sebagai motivasi. Biar lebih rajin lagi belajarnya, kan malu sama pacar kalau nilainya hancur-hancuran. Lalu, jika seperti itu, apa yang terjadi saat putus? Haaaa, hancur jugalah mereka itu. Makan tak enak, tidur pun tak lagi nyenyak. Semuanya karena ‘cinta’.

Eits, jangan dulu menyalahkan Cinta ya, Cinta udah bener milih mas Rangga lho. Karena Cinta memang beneran cinta sama Rangga, bukan sama yang lain. Hehehe. Balik lagi, Semuanya karena ‘cinta’. Cinta disini adalah cinta palsu, karena cinta yang murni, meskipun sudah tidak bersama lagi harusnya tetap bersemangat menjalani kehidupan. Cinta yang murni tak akan terputus dan berubah menjadi dendam meskipun tidak mampu lagi memiliki. Seperti cinta tulus seorang ibu terhadap anaknya yang tak pernah berharap balasan dan hanya siap memberi. Itulah cinta, sebenar-benarnya cinta. Seperti cinta Tuhan pada makhluknya, dengan memberikan segala kelebihan, tanpa berharap balasan. Sementara cinta murid-murid saya tadi hanyalah cinta palsu, hanya sesaat, lebih egosentris karena yang dipikirkan hanya hati saja sehingga bawaannya hanya galauuuu melulu.

Cinta sejatinya lebih berserah, lebih bersabar, meskipun hanya bisa memandang tanpa menyentuh, hanya bisa merasa tanpa memiliki. Tak apa. Saat hati bisa menerimanya dengan lapang dan lega, maka itulah sejatinya cinta. (Macam bener lah saya ini ya, padahal saya juga masih suka galon lhooo)

Balik lagi ke cinta suci nya Kahitna yang dulu sempat dinyanyikan suami saat melamar saya (ehem, romantic nian yaaa), cinta itu takperlu diucap-ucapkan, diteriakkan, cukuplah dirasakan saja. Ditunjukkan dengan perbuatan. Dari situ sudah kelihatan kok kalau beneran cinta atau tidak. Kadang-kadang, rasa cinta yang tak berbalas dan atau rasa cinta yang tak dapat diluapkan, serasa menyesakkan dada, tapi bagi pecinta sejati, yang seperti itupun bukanlah apa-apa. Cukup bagi mereka menggila di alam impian mereka dan kembali tersadar di dunia nyata bahwa cinta itu mungkin terlarang untuk beberapa dari mereka dan dengan sadar mereka pun cukup tahu diri untuk tidak melanggar batas yang ada. Tapi beberapa ada pula yang melanggar batasan itu dan lagi-lagi maaf, saya tidak respek dengan yang mereka lakukan. Itu bukan cinta, itu telah bercampur dengan nafsu yang mana telah menodai makna cinta itu sendiri. Mereka bukan berjuang, tapi mereka menghancurkan. Menghancurkan orang yang berada disisi lain cinta itu. Cinta sebenar-benarnya tak akan pernah menghancurkan siapapun.

Ah, malam ini saya begitu gila karena romansa Indonesia. Mengetikpun tanpa sengaja juga diiringi musik-musik syahdu tentang cinta. Coklat hangat Milo sisa anak pun telah saya tandaskan. Dua kecintaan saya sudah tidur, sedangkan emaknya masih terbuai cinta-cinta macam anak muda. Selamat bercinta, pembaca. Mari temukan cinta kita. Love is all about giving, not asking.

Comments

  1. U go to fiction style sis, keep it on

    ReplyDelete
  2. Ah...cinta..deritanya tiada akhir... (kalimat di film ular putih apa sun go kong ya... 😄)

    ReplyDelete
  3. Ah...cinta..deritanya tiada akhir... (kalimat di film ular putih apa sun go kong ya... 😄)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts